Sekilas Trisna melihat Berliana, murid kelas II, meronta-ronta sambil menangis. Lelaki itu menyeret dan mendorong Bereliana masuk ke dalam sebuah sedan berwarna gelap.
Di depan mereka kita terbentang kolam bundar dan besar. Rumput liar tumbuh tak beraturan di sekeliling pinggiran kolam. Menunjukkan bahwa tempat itu sudah lama tidak terpakai. Seakan melarang siapa pun unutk mendekatinya....
Risni...Tunggu aku. Aku akan muncul dari balik jendela. Tapi ingat, jangan coba-coba beri tahu mama kamu...Surat itu singkat, tapi sempat membuat dada Risni jadi deg-degan. Risni tak bisa menebak siapa pengirim surat itu dan apa maksudnya.
"Copeeeeetttt" tiba-tiba Ridwan mendengar teriakan seorang ibu. Pencopetnya berlari kencang sekali. Riwan menjadi gemas. Ia memacu sepedanya kecang-kencang. Tinggal 4 meter lagi jaraknya. Ridwan ingin menabrak copet itu dari samping. Tinggal satu meter....