Cerita ini mengajarkan agar anak-anak selalu hormat kepada orang tua, seburuk apapun keadaan orang tua kita, mereka harus tetap dihormati dan di taati. Semoga cerita ini bisa menjadi teladan anak-aak untuk selalu menghargai orang tuanya, pun saat nanti mereka sudah menjadi orang yang berhasil.
Anak-anak mudah terpengaruh dengan apa yang mereka tonton di televisi. Menonton kekerasan, mereka meniru kekerasan, menonton yang seram, mereka jadi penakut, karena itu, arahkan anak-anak untuk menonton yang baik dan mendidik, dan bila mungkin selalu temani mereka saat menonton televisi atau film kesukaan mereka.
Naik kereta api ada aturan bagi penumpangnya, beli tiket dan duduk di dalam gerbong. Jangan hanya karena malas beli tiket, lalu naik ke atas atap kereta. Itu berbahaya ada kabel listrik tegangan tinggi. Selain itu bisa karena orang tidak taat peraturan. Mari ajari anak sejak kecil untuk tidak naik kereta dengan percuma lagi, tetapi bayar tiket dan duduk dengan manis di dalam gerbong kereta, dem…
Membolos bukanlah kebiasaan yang baik. Tetapi kadang-kadang anak merasa malas untuk pergi ke sekolah karena berbagai alasan. Karena itu tugas orangtua memberi semangat, dorongan dan bila mungkin berikan reward untuk sebuah perubahan dan prestasi yang dilakukan anak, sekecil apapun.
Ketaatan bisa membuat anak-anak terhindar dari bahaya. Ketaatan seperti payung yang dipakai waktu panas atau hujan. Ketaatan akan menjagai anak-anak sehingga mereka aman. Karena itu, mari ajari anak-anak kita untuk belajar taat kepada orang tua dan peraturan di rumah atau kepada guru dan peraturan di sekolah, sejak usia dini.
Memaafkan orang yang sudah menyakiti kita, tentu tidaklah mudah. Tetapi melalui Cerita Lutung Kasarung ini, anak-anak diajarkan untuk belajar memaafkan orang yang sudah berbuat jahat atau sudah menyakiti kita, terutama bila oroang itu adalah kakak, adik atau saudara kita. Memaafkan dan berbuat baik membuat hidup kita damak, banyak teman dan lebih bahagia.
Karakter sabar perlu dibangun sejak kecil. Kesabaran termasuk dalam pengendalian diri : tidak mudah marah, tidak merengek atau berteriak-teriak karena keinginannya tidak terpenuhi. Mari ajari anak-anak kita untuk bersabar dan menguasai diri dalam segala keadaan sejak usia dini.
Menjadi sahabat itu artinya menjadi teman dalam segala keadaan, waktu senang atau susah, waktu aman atau dalam bahaya. Sahabat yang baik selalu bersama. Sahabat yang baik akan siap membantu dan menolong, apabila sahabatnya tertimpa musibah atau dalam bahaya, bukan malah meninggalkannya. Ajarlah anak-anak untuk memiliki rasa kesetiakawanan yang baik sejak mereka kecil.