Lyliu kesal. Bunda mengubah rencana mereka berlibur ke Australia menjadi ke desa kakek. Lyliu pasti akan kesepian. Dia, kan, tidak mengenal siapa pun di sana selain kakek dan neneknya. Enggak seru dan enggak asyik! Apa yang akan Lyliu alami di desa? "Tolong … tolooong!" Tangan Lyliu menggapai-gapai minta tolong. Melihat Lyliu berteriak minta tolong, Mang Ujang dengan gesit melompat k…
Aku merenung di tepi jendela. Angin dingin menerpa rambut panjangku. Derasnya hujan dan suara petir yang bergumuruh tak kuhiraukan. Yang ada di pikiranku hanya satu.Mengapa belakangan ini sahabat-sahabatku makin menjauh dariku? Padahal, lusa adalah hari ulang tahunku. Apakah mereka masih menganggapku sahabat?
Malang nian nasib Agatha. Teman-temannya sering mengusili, mengolong-ngolok, bahkan menuduhnya yang bukan-bukan. "Jelas-jelas tadi aku meninggalkan penggarisku di meja. Pas aku keluar kelas, Agatha masuk. Lagi pula, tidak ada seorang pun di kelas, kecuali dia. Aku yakin, pasti dia! Kami licik, Agatha!". Rane melampiaskan emosinya. Untunglah ada Tya dan Vina. Kedua sahabat Agatha ini selalu memb…
Karin, Caca, dan Dara terpilih mewakili SD Ceria Bangsa untuk mengikuti Olimpiade Matematika tingkat kecamatan. Hasilnya menggembirakan. Ketiganya berhasil lolos ke Olimpiade Matematika tingkat kota. Namun, setelah olimpiade tingkat kota, Karin banyak banyak berubah. Karima, Kiki, dan Putra tentu saja heran. Karin yang dulunya ceria dan menyenangkan, sekarang jadi pendiam, judes, dan cuek. Mere…
Mpok Onah, penjaga kantin sekolah, menanam anggrek kalajengking di pinggir kantin. Menurut Mpok Onah, biar kantin lebih asri dan nyaman. Dara yang tidak senang, menghasut murid-murid lain dan mengatakan kalau anggrek kalajengking bisa mengakibatkan musibah dan kesialan. Kantin pun menjadi sepi. Ditambah lagi, ada yang muntah-muntah setelah makan di kantin. Karima, Kiki, Putra, dan Karin merasa …
Relila marah pada Tivia, Sahabatnya itu tidak menangis ketika Relila menceritakan kesedihannya. Relila menganggap Tivia tidak punya rasa simpati dan empati tidak menyenangkakan sahabat seperti itu, pikir Relina.
Tiba-tiba terdengar teriakan. Karima, Karin, Putra, Kiki, dan beberapa murid lainnya yang baru selesai pendalaman materi, segera melihat ke arah tangga. Terlihat seorang anak yang tergesa-gesa menuruni anak tangga dengan panik dan ketakutan. Wajahnya pucat. Awalnya, dia mengira ada yang latihan musik di dalammnya. Tetapi saat dilihat, tak ada siapa pun. Bagaimana cara Karina, Karin, Putra dan K…
Kami semua menghampiri Ilham. Di tempat yang ditunjuk Ilham, terlihat sebuah papan kecil bertuliskan : Itu artinya, tiga langkah ke depan dari papan petunjuk itu berada. Kami melangkah dan menggali sesuai dengan petunujuk. Di sana, kami menemukan sebuah pertanyaan.
Dara selalu bersaing dengan Karima di sekolah. Begitu juga pada perlombaan kali ini. Dara bertekad ingin mengalahkan Karima. Apalagi, dia merasa sangat menguasai bidang yang dilombakan. Dara akan melakukan apapun agar bisa menang, dengan cara curang sekalipun bila memang perlu.Tetapi... apakah Dara menlanjutkan rencananya itu?? Mampukah Dara mengalahkan Karima?
Diva gelisah sekaligus senang. Dia akan bertemu Vira, sahabat lamanya. Tidak hanya itu, diva juga akan memperkenalkan Vira kepada sahabat barunya, yaitu Lexa. Diva ingin pertemuan dengan kedua sahabatnya itu menjadi pertemuan yang berkesan.Diva akan memberikan kenang-kenangan untuk sahabatnya itu, kira-kira apa pemberian Diva ya???