Airini yang tegar sadar bahwa keikhlasannya kini diuji. Kehilangan berturut-turut dan penyakit yang menggerogoti ketahanan fisik dengan susah payah bisa di atasi, namun ada hal lain yang lebih membebani, yakni segera menemukan jejak Mei Rose sebelum dia dikalahkan waktu.
Setelah hari-hari sedih berlalu, Bulan-bulan pahit memulihkan diriku. Aku menyadari satu hal; yang bukan untukku sekeras apa pun kupaksakan, tetap saja tak akan menjadi milikku. Yang kuperjuangkan sekuat usahaku, jika kau tak memperjuangkanku sepenuh hatimu, tetap saja kita akan berlalu. Hidup terlalu pendek untuk dihabiskan dengan kesedihan berkepanjangan. Aku belajar menerima diri; bahwa aku …