Musim mangga telah tiba. Pohon mangga milik Pak Anas berbuah lebat. Selain buah mangga yang ranum, ada satu hal yang menarik mata Adit. Ada sarang burung yang hampir jatuh dari atas pohon! Tanpa ragu, Adit langsung memanjat pohon mangga. Bang Jarwo pun geram karena mengira Adit ingin mengambil mangga tanpa izin. Ups, karena terburu-buru, kaki Adit terpeleset dan hampir jatuh dari atas pohon!
Dompet ayah ketinggalan lagi. Adit, Ade, dan Dennis punya misi mengantarkan dompet Ayah ke halte bus. Karena terburu-buru, Adit hampir menabrak Bang Jarwo. Aduh, gawat! Setelah hampir menabrak Bang Jarwo, sekarang dompet Ayah yang Adit bawa malah hilang! Dompet Ayah jatuh di mana, ya? Dapatkah mereka mengantarkan dompet Ayah tepat waktu?
Apa yang paling kau takutkan ketika gelap? Pernahkah kau mendengar mitos tentang pesan misterius yang muncul ketika kau terjebak sendirian di rumah saat lampu padam? Dalam Jerit Malam, kau akan diajak membaca kisah mereka. Dalam Jerit Malam, mereka bisa menyentuh setiap mili ketakutan. Kalau kau tidak benar-benar berani, jangan baca kisah ini sendirian!